Perihal

MODEL PEMBINAAN CLCK (CONTOH, LATIHAN, CONTROL, KERJA MANDIRI) DALAM PROGRAM KERJA GURU

Oleh :Drs. Wayan Suardana, M.Ag.1

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru Sekolah Dasar dengan Model Pembinaan CLCK dalam Program Kelompok Kerja Guru di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun 2008, untuk mendeskripsikan pendapat guru terhadap pembinaan CLCK dalam program Kelompok Kerja Guru dapat meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar Kecamatan Banjarangkan. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kepengawasan dengan melibatkan 32 orang guru Kelas III Sekolah Dasar Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

 

 

Penelitian dilakukan dengan dua siklus masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah bila minimal skor 12 (cukup aktif). Dalam Kelompok Kerja Guru Kelas III maka sudah dapat dikatakan tindakan yang diterapkan berhasil. Aspek yang diukur dalam observasi adalah Antisiasme Guru Kelas III, interaksi Guru dengan pembina pengawas sekolah, interaksi dengan Guru dalam KKG, Kerja sama kelompok, aktivitas dalam diskusi kelompok.

Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus I ke siklus II. Ketercapaian indikatorkinerja terdapat pada tindakan ke II. Dengan demikian, dapat diumpamakan bahwa Model Pembinaan CLCK dalam program Kelompok Kerja Guru dapat meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun 2008,Guru memberikan respon positif terhadap pembinaan CLCK dalam program Kelompok Kerja Guru dapat meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Dengan demikian dapat disarankan kepada pengawas atau peneliti yang lain agar Model Pembinaan CLCK dalam program Kelompok Kerja Guru Sekolah Dasar tetap dilaksanakan secara berkesinambungan, Model CLCK yang diperoleh untuk peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar, dalam program Kelompok Kerja Guru tetap dilaksanakan secara berkesinambungan.

Kata Kunci : Model Pembinaan CLCK, KKG, Kompetensi Guru

1. Pendahuluan

Kenyataan yang ada terbalik berdasarkan hasil supervisi terhadap guru masih dominan menggunakan pengelolaan pembelajaran berdasarkan pola lama dan masih dominan menggunakan pengelolaan pembelajaran berdasarkan yang tidak sesuai karakteristik siswa dan situasi kelas. Bila ditelusuri lebih lanjut, faktor yang menyebabkan guru belum mampu melaksanakan pengelolaan pembelajaran dengan tepat karena kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran belum optimal, bahkan ada yang tidak membuat.

Penyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sangat penting untuk persiapan mengajar di kelas. keunggulan CLCK adalah guru diberikan contoh dan berlatih serta dengan pengawasan dalam kegiatan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan tidak bergantung kepada orang lain. Dengan demikian, apakah Model Pembinaan CLCK dalam program Kelompok Kerja Guru dapat meningkatkan kompetensi Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun 2008 ?, Bagaimana pendapat Guru terhadap pembinaan CLCK dalam Program Kelompok Kerja Guru untuk meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun 2008 ?. Oleh karena itu, penelitian ini untuk meningkatkan kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Program Kelompok Kerja Guru dengan CLCK Program Kelompok Kerja Guru, untuk mendeskripsikan pendapat guru terhadap pembinaan CLCK dalam Program Kelompok Kerja Guru dapat meningkatkan kompetensi Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun 2008.

 

2. Metode Penelitian

Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kepengawasan dengan melibatkan 32 orang guru kelas III. Penelitian dilakukan dua siklus masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yakni : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah bila skor minimal 12 (Cukup Aktif) dalam kelompok kerja guru kelas III maka sudah dapat dikatakan tindakan yang diterapkan berhasil. Aspek yang diukur dalam observasi adalah antosiasme guru kelas III, interaksi guru dengan pembina pengawas sekolah, interaksi dengan guru dalam KKG, kerja sama kelompok, aktivitas dalam diskusi kelompok

 

3. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus I ke siklus II. Ketercapaian indikator kinerja terdapat pada tindakan ke II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembinaan CLCK dalam Kelompok Kerja Guru dapat meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun 2008.

Keberhasilan tindakan ini disebabkan oleh pemahaman menyeluruh tentang RPP sangat di perlukan. Dengan pemahaman yang baik, maka Model Pembinaan CLCK kepada guru kelas III dapat mengoptimalkan pemahaman guru terhada RPP melalui pembinaan intensif dalam program Kelompok Kerja Guru. Aktivitas ini akan sangat membantu mereka dalam memahami konsep konsep dasar dalam penyusunan RPP serta pada akhirnya nanti mampu menyusun RPP dengan baik dan benar. Dalam kaitanya dengan Model Pembinaan CLCK (Contoh, Latihan, Control, Kerja Mandiri) adalah pola usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara efesien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan sesuatu yang akan atau disediakan untuk ditiru/diikuti untuk hasil latihan dalam pengawasan sehingga kegiatan melakukan sesuatu tidak bergantung pada orang lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2007 : 711)

Model Pembinaan CLCK (Contoh, Latihan, Control, Kerja Mandiri) adalah pola perbuatan membina sesuatu yang disediakan untuk ditiru/diikuti dari hasil berlatih dengan pengawasan dalam kegiatan melakukan sesuatu sehingga tidak bergantung pada orang lain (kamus Pelajar SLTP, 2003 : 751). Dengan demikian Model Pembinaan CLCK (Contoh, Latihan, Control, Kerja Mandiri) dalam penelitian ini adalah pola usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara efesien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik untuk ditiru dari hasil latihan dalam pengawasan sehingga dalam melakukan sesuatu tidak bergantung pada orang lainKelompok Kerja Guru adalah suatu wadah pembinaan profesional bagi para guru yang tergabung dalam organisasi gugus sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan (Anonim, 1997:37). Kelompok Kerja Guru (KKG)yang anggotanya semua guru didalam gugus, yang bersangkutan dimaksudkan sebagai wadah pembinaan profesional bagi para guru dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional guru khususnya dalam melaksanakan dan mengelola pembelajaran di sekolah dasar (Anonim, 1996:14). Secara oprasional Kelompok Kerja Guru dapat dibagi lebih lanjut menjadi kelompok yang lebih kecil berdasarrkan jenjang kelas (misalnya kelompok guru kelas I dan seterusnya) dan berdasarkan mata pelajaran. Selanjutnya dalam sistem gugus Kelompok Kerja Guru selain mendapatkan pembinaan secara langsung oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah juga dari para tutor dan guru pemandu mata pelajaran mekanisme pembinaan profesional guru secara terus menerus dan berkesinambungan.

Mengingat setiap guru kelas mempunyai permasalahan tentang mata pelajaran maupun metode mengajar menurut jenjang kelas masing-masing, maka materi tataran/latihan atau diskusi yang disiapkan oleh tutor dan guru pemandu, perlu ditanggapi dan dikaji secara aktif oleh peserta KKG agar segala yang diperoleh lewat kegiatan KKG benar-benar aplikatif dan memenuhi kebutuhan perbaikan KBM/PBM di sekolah. Kesesuaian antara materi yang disajikan atau didiskusikan oleh KKG dengan pelaksanaan

KBM/PBM di kelas, dipantau oleh guru pemandu, kepala sekolah dan pengawas TK/SD dengan cara demikian guru pemandu, pengawas TK/SD dapat memperoleh masukan untuk melakukan perbaikan pada pertemuan KKG berikutnya.

Kelompok Kerja Guru berorientasi kepada peningkatan kualitas pengetahuan, penguasaan materi, teknik mengajar, interaksi guru dan siswa metode mengajar dan lain lain yang berfokus pada penciptaan kegiatan belajar mengajar yang aktif.

Dari paparan diatas menunjukkan bahwa Model Pembinaan CLCK dalam Program Kerja Guru menunjukkan peningkatan kompetensi guru kelas III Sekolah Dasar dan berinovatif. Dengan demikian pemahaman terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dapat ditingkatkan baik dalam teoritisnya maupun praktek.

 

 

4. Penutup

Berdasarkan analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Model Pembinaan CLCK dalam prograk Kelompok Kerja Guru dapat meningkatkan kompetensi Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun 2008, Guru memberikan respon posif terhadap Pembinaan CLCK dalam program Kelompok Kerja Guru untuk meningkatkan kompetensi Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Tahun 2008.

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim,2004,Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar,Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan .

 

Anonim,1999,Penelitian Tindakan Kelas,Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

 

Anonim,2007,Pedoman Bantuan Langsung (Block Grant) Pelaksanaan Penelitian Tindakan Bagi Pengawas Sekolah SMA/SMK, Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan.

 

Anonim,2005,Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2005,Jakarta,Tentang Guru dan Dosen, Cemerlang Jakarta.

 

Anonim,2008,Petunjuk Teknis Penelitian Tindakan sekolah(School Action Research) Peningkatan Kompetensi Supervisi Pengawas Sekolah SMA/SMK, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral PMPTS.

 

Basuki,Wibawa,2003,Penelitian Tindakan Kelas,Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan.

 

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996, Pedoman Pengelolaan Gugus Sekolah, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Proyek Peningkatan Mutu SD, TKdan SLB Jakarta.

 

______,1997,Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Profesional Guru Sekolah Dasar Melalui Gugus Sekolah, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Dasar.

 

Departemen Pendidikan Nasional, 2001, Manajemen Berbasis Sekolah, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

 

______,2003,Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Biro Hukum dan Organisasi Sekretariat Jendral Departemen Pendidikan Nasional.

 

______,2003,Kamus Pelajar SLTP,Balai Pustaka

 

______,2004,Panduan Penilaian Kinerja Sekolah Dasar, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

 

______,2004,Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

 

______,2006,Kumpulan Materi Perbekalan Profesi Bagi Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah, Dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah,Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan,Direktorat Tenaga Kependidikan.

______,2007,Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka

 

______,2008,Pedoman Pendampingan Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Research) Bagi Pengawas Sekolah SD dan SMP, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Direktorat Tenaga Kependidikan.

 

______,2008,Petunjuk Teknis Penelitian Tindakan Sekolah(School Action Research) Peningkatan Kompetensi Supervisi Pengawas Sekolah SMA/SMK, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Direktorat Tenaga Kependidikan.

 

______,2008,Laporan Penelitian Tindakan Sekolah Sebagai Karya Tulis Ilmiah Dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah Bacaan Pendulung Pada Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah Bagi Pengawas Sekolah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Direktorat Tenaga Kependidikan.

 

IGAK Wardhani, dkk, 2007, Penelitian Tindakan Kelas, Universitas Terbuka.

 

______,2007,Teknik Menulis Karya Ilmiah, Universitas Terbuka.

 

Suharsimi Arikanto, Prof dan Suharjono Prof, Supardi; Prof, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Bumi Aksara.

 

Sumber: http://www.disdikklungkung.net.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: